Rabu, 31 Juli 2013

MUHASABAH DIRI

         "Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan- angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Tarmidzi)


          MUHASABAH. Kata-kata ini pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita, biasanya kita sering mendengar seorang pemuka atau tokoh agama sebelum dia memanjatkan do'a dia berkata "..... sebelum kita memanjatkan do'a marilah kita bermuhasabah diri sejenak ......". Tapi apa sebenarnya makna dari muhasabah itu sendiri dan apa tujuannya??? Kebanyakan dari kita menafsirkan bahwa muhasabah itu sendiri adalah mengoreksi/ introspeksi diri atau mengingat serta menyesali kesalahan- kesalahan dan dosa- dosa yang telah kita perbuat.

            Dalam bahasa Arab, kata muhasabah adalah bentuk jamak dari kata muhasaba yang berasal dari kata hisab yang artinya perhitungan atau hasaba yang artinya menghitung. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata muhasabah diartikan sebagai introspeksi. Sedangkan kata introspeksi diartikan sebagai peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dsb) diri sendiri.

          Pada dasarnya bermuhasabah itu sendiri tidak hanya mengingat dan menyesali semua kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, tetapi juga mengingat dan mensyukuri segala nikmat dan kebaikan apa yang telah kita perbuat guna untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan kita. Jadi, MUHASABAH itu tidak hanya mengingat dan berintrospeksi diri dari segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat tapi juga mengingat kebaikan apa yang telah kita perbuat guna memacu keinginan untuk melakukan lebih banyak kebaikan. Jadi dengan kata lain muhasabah itu merupakan alat untuk menguji kesadaran.

           MUHASABAH adalah Pemeriksaan bathin dengan jujur dan seksama dengan tujuan untuk lebih mengenal diri sendiri baik itu mengenai kekuatan maupun kelemahan yang datang dari dalam diri sendiri maupun yang datang dari luar.

          Dengan bermuhasabah inilah seseorang mampu mengetahui siapa dirinya sebenarnya, serta apa potensi yang ada dalam dirinya yang secara langsung akan berdampak pada prilaku, sikap dan ucapan. Karena prilaku, sikap dan ucapan seseorang itu diukur berdasarkan potensi dirinya sendiri.

           Karena muhasabah adalah alat untuk mengetahui dan mengenal diri sendiri serta potensi diri, maka inilah(muhasabah) yang harus kita lakukan untuk mengetahui sejauh mana keimana kita, alangkah lebih baik apabila kita mengukur/ menghitung kadar keimanan kita sendiri dulu sebelum Allah SWT menghisab iman kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar